Harga Bitcoin 2015 sampai 2020: Dari US$320 ke US$29.000
Harga bitcoin 2015 sampai 2020 per tahun: harga buka, tutup, tertinggi, terendah dari data Yahoo Finance, plus halving, CME 2017, dan crash Maret 2020.

Daftar isi
- Tabel harga Bitcoin 2015 sampai 2020 per tahun
- Kenapa harga Bitcoin berbeda antar situs
- 2015: masa tenang setelah Mt. Gox
- 2016: halving kedua dan pemulihan
- 2017: harga Bitcoin naik 14 kali lipat
- 2018: penurunan 73% dalam setahun
- 2019: pemulihan yang tidak bertahan lama
- 2020: crash Maret, halving ketiga, rekor baru
- Cara memakai data sejarah ini dengan benar
- Pertanyaan yang Sering Diajukan
- Sumber
Menurut data harian Yahoo Finance (BTC-USD), harga Bitcoin 2015 sampai 2020 bergerak dari sekitar US$320 pada 1 Januari 2015 ke sekitar US$29.000 pada 31 Desember 2020. Itu kenaikan sekitar 90 kali lipat, tetapi jalannya jauh dari mulus. Bitcoin menyentuh US$20.089 pada 17 Desember 2017, lalu jatuh sampai US$3.191 pada Desember 2018, atau turun sekitar 84% dari puncaknya.
Angka di situs lain bisa sedikit berbeda. Bukan karena salah satunya pasti keliru. Biasanya penyebabnya adalah sumber data dan definisi angka yang tidak sama, dan itu kami jelaskan di bawah tabel.
Artikel ini lanjutan dari sejarah harga Bitcoin 2010 sampai 2014, yang membahas masa pizza seharga 10.000 BTC sampai runtuhnya Mt. Gox.
Tabel harga Bitcoin 2015 sampai 2020 per tahun
Semua angka dalam dolar AS, dibulatkan ke dolar terdekat, dan diambil dari satu sumber saja: data harian dan bulanan BTC-USD di Yahoo Finance (diakses 24 Oktober 2026). Kami sengaja tidak mencampur sumber agar Anda bisa mengulang hitungannya sendiri.
| Tahun | Buka (1 Jan) | Tutup (31 Des) | Tertinggi (bulan) | Terendah (bulan) | Perubahan buka→tutup |
|---|---|---|---|---|---|
| 2015 | 320 | 431 | 496 (Nov) | 172 (Jan) | +34% |
| 2016 | 431 | 964 | 979 (Des) | 355 (Jan) | +124% |
| 2017 | 964 | 14.156 | 20.089 (Des) | 756 (Jan) | +1.369% |
| 2018 | 14.112 | 3.743 | 17.712 (Jan) | 3.191 (Des) | −73% |
| 2019 | 3.747 | 7.194 | 13.796 (Jun) | 3.391 (Feb) | +92% |
| 2020 | 7.195 | 29.002 | 29.245 (Des) | 4.107 (Mar) | +303% |
Cara membaca tabel ini:
- Buka adalah harga pembukaan hari pertama tahun itu, dan tutup adalah harga penutupan hari terakhir. Satu "hari" di data ini dihitung dalam UTC.
- Tertinggi dan terendah adalah harga intraday paling ekstrem sepanjang tahun, bukan harga penutupan. Angka ini bisa hanya bertahan beberapa menit.
- Perubahan kami hitung sendiri dari kolom buka dan tutup. Contohnya 2017: 14.156 ÷ 964 ≈ 14,7 kali, atau naik sekitar 1.369%.
Tabel ini sengaja dalam dolar. Kami tidak menemukan sumber yang menyajikan harga Bitcoin dalam rupiah per tahun dengan metodologi yang jelas. Kalau Anda butuh angka rupiah, kalikan harga dolar dengan kurs JISDOR Bank Indonesia pada tanggal yang sama. Jangan pakai kurs hari ini untuk harga 2017.
Kenapa harga Bitcoin berbeda antar situs
Pembaca yang membandingkan beberapa artikel "harga bitcoin per tahun" akan menemukan selisih kecil di mana-mana. Ada empat penyebab utama.
1. Bursa tunggal atau gabungan. Bitcoin tidak punya satu bursa resmi. Ada ratusan exchange, dan masing-masing punya harga sendiri. Penyedia data seperti Yahoo Finance menyajikan satu angka gabungan. Saat pasar panik, selisihnya bisa besar. Pada crash 12–13 Maret 2020, data Yahoo mencatat titik terendah US$4.107. Cointelegraph justru melaporkan harga sempat turun ke US$3.600, dan mengutip seorang trader yang menyebut harga di BitMEX sekitar US$300 lebih rendah daripada hampir semua bursa lain.
2. "Harga awal tahun" itu yang mana. Ada yang memakai harga buka 1 Januari, ada pula yang memakai harga tutup 31 Desember tahun sebelumnya. Bittime, misalnya, menulis harga awal 2018 sebesar US$14.156. Angka itu sama dengan harga tutup 2017 di Yahoo. Padahal harga buka 1 Januari 2018 di Yahoo adalah US$14.112. Keduanya benar, hanya definisinya berbeda.
3. Zona waktu. Data kripto global umumnya memotong hari pada pukul 00.00 UTC, yaitu pukul 07.00 WIB. Kalau Anda melihat grafik di aplikasi exchange lokal yang memakai WIB, "harga 1 Januari" versi Anda dan versi kami berselisih tujuh jam.
4. Tutup harian atau puncak intraday. Puncak 2017 adalah contoh terbaiknya. Harga tertinggi intraday tercatat US$20.089 pada 17 Desember 2017. Harga penutupan harian tertingginya US$19.497 pada 16 Desember. Artikel yang menyebut "puncak Bitcoin 2017 sekitar US$19.500" dan artikel yang menyebut "US$20.000" sama-sama punya dasar.
Ada juga selisih yang tidak bisa kami jelaskan. Bittime menulis harga akhir 2020 US$28.949, sementara harga tutup 31 Desember 2020 di Yahoo adalah US$29.002. Bittime tidak menyebut sumber untuk tabel sejarahnya, jadi kami tidak tahu definisi yang mereka pakai.
2015: masa tenang setelah Mt. Gox
Bitcoin memasuki 2015 dengan luka dari 2014, saat Mt. Gox, bursa yang pernah menjadi yang terbesar, runtuh. Harga dibuka di US$320 lalu terus melemah. Titik terendah setahun, US$172, tercatat pada Januari 2015.
Dari Februari sampai September, harga hampir selalu bergerak di kisaran US$200-an. Baru pada Oktober–November ada lonjakan yang cukup tajam, dengan puncak US$496 pada November. Tahun ditutup di US$431, naik sekitar 34%. Untuk ukuran Bitcoin, 2015 tergolong tahun yang sepi.
2016: halving kedua dan pemulihan
Peristiwa terpenting 2016 terjadi di jaringan, bukan di bursa. Pada 9 Juli 2016, blok nomor 420.000 ditambang. Sejak blok itu, imbalan penambang turun dari 25 BTC menjadi 12,5 BTC per blok. Inilah halving kedua dalam sejarah Bitcoin. Data blok ini bisa Anda cek sendiri di penjelajah blok seperti Blockchain.com.
Di sekitar halving, harga berada di kisaran US$600–700. Tahun 2016 ditutup di US$964, lebih dari dua kali lipat harga bukanya. Namun halving terjadi bersamaan dengan banyak faktor lain, jadi kami tidak bisa memastikan berapa bagian kenaikan yang disebabkan olehnya.
2017: harga Bitcoin naik 14 kali lipat
Dalam enam tahun ini, 2017 adalah tahun dengan lonjakan terbesar. Harga dibuka di US$964, menembus US$1.000 pada bulan pertama, lalu melewati US$4.000 pada Agustus.
September membawa kabar buruk dari Tiongkok. Pada 4 September 2017, People's Bank of China bersama regulator lain melarang penggalangan dana lewat ICO (initial coin offering, penjualan token baru untuk mengumpulkan dana) dan menyebutnya penghimpunan dana ilegal. Pada bulan itu harga sempat jatuh ke US$2.947. Meski begitu, Bitcoin tetap menutup September di atas US$4.300.
Lalu datang Desember. Cboe Futures Exchange mulai memperdagangkan kontrak berjangka Bitcoin (XBT) pada Minggu sore, 10 Desember 2017, waktu Chicago. CME Group menyusul dengan kontrak berjangka yang tanggal perdagangan pertamanya 18 Desember 2017. Untuk pertama kalinya, Bitcoin punya produk turunan di bursa berjangka besar yang diawasi regulator AS.
Puncaknya, US$20.089, terjadi tepat di antara dua peluncuran itu, pada 17 Desember. Lima hari kemudian, pada 22 Desember, harga sempat menyentuh US$11.833, turun sekitar 41% dari puncak. Tahun 2017 ditutup di US$14.156.
2018: penurunan 73% dalam setahun
Jika 2017 adalah tahun euforia, 2018 adalah tahun pembalikannya. Harga dibuka di US$14.112, sempat naik ke US$17.712 pada Januari, lalu turun hampir sepanjang tahun.
Penurunan terberat terjadi pada November, ketika harga turun dari sekitar US$6.300 menjadi sekitar US$4.000 dalam sebulan. Titik terendah US$3.191 tercatat pada Desember 2018. Tahun ditutup di US$3.743.
Dari harga buka ke harga tutup, Bitcoin turun sekitar 73%. Dari puncak intraday Desember 2017 ke dasar Desember 2018, penurunannya sekitar 84%. Banyak artikel menyebut 2018 sebagai pecahnya gelembung ICO. Narasi itu masuk akal, tetapi kami tidak menemukan sumber primer yang mengukur seberapa besar penurunan disebabkan oleh ICO, jadi kami tidak menyajikannya sebagai fakta.
2019: pemulihan yang tidak bertahan lama
Awal 2019 masih lesu. Titik terendah tahun itu, US$3.391, tercatat pada Februari. Mulai April harga naik cepat, lalu menyentuh US$13.796 pada Juni, sedikit di atas empat kali lipat dari dasarnya.
Kenaikan itu tidak bertahan. Paruh kedua 2019 kembali turun, dan tahun ditutup di US$7.194. Secara tahunan Bitcoin masih naik sekitar 92%, tetapi siapa pun yang membeli pada puncak Juni sudah rugi hampir setengahnya pada Desember. Angka tahunan sering menyembunyikan hal seperti ini.
2020: crash Maret, halving ketiga, rekor baru
Tahun 2020 berisi dua kejadian ekstrem. Yang pertama adalah 12 Maret 2020. Di tengah kepanikan pandemi COVID-19, indeks Dow Jones turun 9,99% hari itu. Bitcoin dibuka di US$7.914 dan ditutup di US$4.971, turun sekitar 37% dalam satu hari. Keesokan harinya harga menyentuh US$4.107, titik terendah tahun itu menurut data Yahoo. Cointelegraph mencatat lebih dari US$1 miliar posisi long (taruhan harga naik) di BitMEX terlikuidasi selama dua hari tersebut.
Yang kedua terjadi di jaringan. Pada 11 Mei 2020, blok 630.000 ditambang dan imbalan penambang turun dari 12,5 BTC menjadi 6,25 BTC. Itu halving ketiga.
Pada paruh kedua tahun, harga naik terus. Desember 2020 melewati puncak 2017, lalu mencatat tertinggi US$29.245, dan tahun itu ditutup di US$29.002. Dihitung dari harga buka 2020, Bitcoin naik sekitar 303%. Dihitung dari dasar Maret, kenaikannya sekitar tujuh kali lipat dalam sembilan bulan.
Cara memakai data sejarah ini dengan benar
Data enam tahun ini berguna untuk satu hal: memahami seberapa liar Bitcoin bisa bergerak. Dalam periode ini ada satu tahun naik lebih dari 1.000%, satu tahun turun 73%, dan satu hari turun 37%. Ini bukan aset yang cocok untuk dana darurat atau uang yang Anda butuhkan dalam waktu dekat.
Data ini tidak bisa dipakai untuk menebak harga berikutnya. Pola "halving lalu naik" pada 2016 dan 2020 hanya dua kejadian, terlalu sedikit untuk disebut hukum. Kondisi makro juga berubah. Kami membahas salah satu faktornya di artikel kenapa Bitcoin turun saat yield obligasi AS naik.
Waspadai juga cara orang memakai angka "90 kali lipat" untuk menjual mimpi. Angka itu hanya berlaku bagi yang membeli awal 2015, menahan melewati penurunan 84%, dan tidak menjual di tengah jalan. Kalau keputusan Anda lebih mirip tebakan arah harga jangka pendek, baca dulu ulasan kami tentang apakah kripto adalah judi.
Artikel ini edukasi sejarah harga, bukan nasihat keuangan atau ajakan membeli aset kripto. Harga kripto sangat fluktuatif dan Anda bisa kehilangan sebagian besar atau seluruh dana. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa harga Bitcoin tahun 2015?
Menurut data Yahoo Finance, harga dibuka di sekitar US$320 pada 1 Januari 2015 dan ditutup di sekitar US$431 pada 31 Desember 2015. Rentang tahunnya US$172 sampai US$496.
Kapan Bitcoin mencapai puncak 2017?
Puncak intraday terjadi pada 17 Desember 2017 di US$20.089. Harga penutupan harian tertingginya US$19.497 pada 16 Desember 2017.
Mengapa harga Bitcoin berbeda antar situs?
Karena sumber data (gabungan atau bursa tertentu), definisi "awal tahun", zona waktu (UTC atau WIB), dan pilihan antara harga tutup atau puncak intraday berbeda. Situs yang baik menyebutkan sumber dan definisinya.
Apakah harga masa lalu bisa memprediksi harga Bitcoin?
Tidak. Data sejarah menunjukkan seberapa besar risiko volatilitasnya, bukan ke mana harga akan bergerak.
Sumber
- Yahoo Finance: Bitcoin USD (BTC-USD) Historical Data (data harian dan bulanan 2015–2020, diakses 24 Oktober 2026)
- Blockchain.com: Bitcoin Block 420,000 (ditambang 9 Juli 2016, diakses 24 Oktober 2026)
- Blockchain.com: Bitcoin Block 630,000 (ditambang 11 Mei 2020, diakses 24 Oktober 2026)
- CME Group Self-Certifies Bitcoin Futures to Launch Dec. 18 (salinan rilis via Mondo Visione) (1 Desember 2017)
- Cboe Plans December 10 Launch of Bitcoin Futures Trading (salinan rilis via Mondo Visione) (4 Desember 2017)
- VentureBeat/Reuters: China bans ICOs, calls it illegal fundraising (4 September 2017)
- TechCrunch: Stocks dive on Dow's worst day since 1987, tech crashes and bitcoin is no haven (12 Maret 2020)
- Cointelegraph: Crypto Traders Explain What Caused the Bitcoin Price Plunge to $3,000 (13 Maret 2020)
- Bittime: Sejarah Harga Bitcoin 2009–2026 (pembanding, diakses 24 Oktober 2026)


