Harga Bitcoin 2021 sampai 2025: Rekor, Anjlok, Halving
Harga bitcoin 2021 sampai 2025 per tahun: harga buka, tutup, rekor, dan titik terendah, plus peristiwa di baliknya (FTX, ETF spot, halving).

Daftar isi
- Tabel harga bitcoin 2021 sampai 2025 per tahun
- 2021: rekor US$68 ribu, lalu berbalik
- 2022: tahun terburuk dalam seri ini
- 2023: pulih pelan tanpa rekor
- 2024: ETF spot, halving, dan US$100 ribu
- 2025: rekor beruntun, tetapi tahun ditutup merah
- Pelajaran dari lima tahun harga bitcoin
- Berapa nilainya dalam rupiah, dan pajaknya
- Pertanyaan yang Sering Diajukan
- Sumber
Dalam lima tahun, harga bitcoin 2021 sampai 2025 naik ke rekor, jatuh, lalu mencetak rekor baru. Pada 10 November 2021 bitcoin mencapai US$68.790. Setahun kemudian, pada 21 November 2022, harganya tinggal US$15.599. Pada 6 Oktober 2025 rekor baru tercatat di US$126.198, tetapi tahun 2025 tetap ditutup lebih rendah daripada awal tahun.
Artikel ini melanjutkan seri riwayat harga kami. Data 2010–2014 ada di riwayat harga bitcoin awal, dari pizza sampai Mt. Gox, sedangkan 2015–2020 ada di harga bitcoin per tahun 2015 sampai 2020. Tahun 2020 ditutup di sekitar US$29.000, dan dari angka itulah 2021 dimulai.
Artikel ini edukasi sejarah harga, bukan nasihat keuangan. Kami tidak membuat prediksi. Harga kripto sangat fluktuatif dan Anda bisa kehilangan sebagian besar dana.
Tabel harga bitcoin 2021 sampai 2025 per tahun
Semua angka di bawah ini dalam dolar AS dan dibulatkan. Datanya berasal dari data historis BTC-USD Yahoo Finance (lilin bulanan dan harian, zona waktu UTC) yang kami akses pada 25 Oktober 2026. "Buka" adalah harga pembukaan 1 Januari, "tutup" adalah harga penutupan 31 Desember, dan perubahan dihitung dari keduanya.
| Tahun | Buka | Tutup | Tertinggi | Terendah | Perubahan |
|---|---|---|---|---|---|
| 2021 | 28.994 | 46.306 | 68.790 (10 Nov) | 28.723 (Jan) | +59,7% |
| 2022 | 46.312 | 16.547 | 48.087 (Mar) | 15.599 (21 Nov) | −64,3% |
| 2023 | 16.548 | 42.265 | 44.706 (Des) | 16.521 (Jan) | +155,4% |
| 2024 | 42.280 | 93.429 | 108.268 (17 Des) | 38.522 (Jan) | +121,0% |
| 2025 | 93.425 | 87.509 | 126.198 (6 Okt) | 74.437 (7 Apr) | −6,3% |
Setiap penyedia data menghitung dari kumpulan bursa yang berbeda. Akibatnya, angka rekor bisa sedikit berbeda antara Yahoo Finance, CoinGecko, CoinMarketCap, dan Bloomberg, dan berita yang Anda baca belum tentu memakai sumber yang sama dengan tabel ini. Selisih seperti ini wajar. Yang penting, Anda tahu sumber mana yang sedang dipakai.
2021: rekor US$68 ribu, lalu berbalik
Tahun 2021 dibuka dengan permintaan dari perusahaan besar. Dalam laporan tahunan ke SEC yang diajukan 8 Februari 2021, Tesla mengungkapkan pembelian bitcoin senilai US$1,5 miliar. Menurut Reuters, harga bitcoin langsung melonjak ke rekor baru hari itu. Puncak pertama tahun itu terjadi pada April, di sekitar US$64.863.
Penurunan berikutnya banyak dipicu kebijakan Tiongkok. Pada 21 Mei 2021, komite stabilitas keuangan Dewan Negara Tiongkok menyatakan akan menindak penambangan dan perdagangan bitcoin. Penambang pun mulai memindahkan mesin ke luar negeri. Pada Juni harga sempat turun ke US$28.894, atau sekitar 55% di bawah puncak April, hanya dalam dua bulan.
Pada 24 September 2021, People's Bank of China menyatakan semua transaksi terkait mata uang kripto ilegal. Namun pasar sudah pulih sebelum akhir tahun. Pada 19 Oktober 2021 ETF pertama yang terkait bitcoin di AS, ProShares Bitcoin Strategy (BITO), mulai diperdagangkan. ETF ini memegang kontrak berjangka bitcoin, bukan bitcoin langsung. Tiga minggu kemudian, pada 10 November, rekor US$68.790 tercatat. Bitcoin menutup tahun di US$46.306, masih naik 59,7%.
2022: tahun terburuk dalam seri ini
Turun 64,3% dalam setahun, 2022 menjadi tahun terlemah dalam periode ini. Ada dua lapis penyebab.
Lapis pertama adalah makro. Pada 16 Maret 2022, The Fed menaikkan suku bunga acuan untuk pertama kalinya sejak 2018, ke kisaran 0,25–0,50%, lalu terus menaikkannya sepanjang tahun. Saat imbal hasil aset aman naik, aset berisiko seperti bitcoin cenderung kehilangan peminat. Mekanismenya kami bahas di kenapa bitcoin turun saat yield obligasi AS naik.
Lapis kedua adalah keruntuhan dari dalam industri kripto sendiri:
- Terra/LUNA (Mei 2022). Stablecoin algoritmik TerraUSD kehilangan patokannya pada dolar dan ekosistemnya runtuh. Pada Februari 2023 SEC menggugat Terraform Labs dan Do Kwon atas dugaan penipuan sekuritas kripto bernilai miliaran dolar.
- Celsius (Juni–Juli 2022). Platform pinjaman kripto ini membekukan penarikan pada 12 Juni, lalu mengajukan kebangkrutan Chapter 11 pada 13 Juli 2022.
- FTX (November 2022). Bursa besar ini mengajukan kebangkrutan pada 11 November 2022 setelah gagal memenuhi penarikan nasabah. Pendirinya, Sam Bankman-Fried, dinyatakan bersalah atas tujuh dakwaan oleh juri federal di New York pada 2 November 2023.
Sepuluh hari setelah FTX bangkrut, bitcoin menyentuh titik terendah US$15.599. Dihitung dari puncak November 2021, harganya sudah turun 77,3%.
2023: pulih pelan tanpa rekor
Tahun 2023 jarang dibahas, padahal kenaikannya paling besar dalam seri ini, yaitu +155,4%. Penyebabnya, titik awalnya sangat rendah. Harga tertinggi tahun itu, US$44.706 pada Desember, masih jauh di bawah rekor 2021.
Pendorong yang paling sering disebut adalah harapan terhadap ETF spot. Pada 29 Agustus 2023, Pengadilan Banding Distrik Columbia (D.C. Circuit) membatalkan keputusan SEC yang menolak pencatatan saham trust bitcoin Grayscale sebagai ETF. Putusan ini belum berarti ETF disetujui. SEC hanya diwajibkan meninjau ulang keputusannya. Meski begitu, pasar membaca putusan itu sebagai sinyal, dan harga terus naik sampai akhir tahun.
2024: ETF spot, halving, dan US$100 ribu
Pada 10 Januari 2024, SEC menyetujui pencatatan dan perdagangan sejumlah produk bursa (ETP) bitcoin spot. Dalam pernyataannya, Ketua SEC saat itu, Gary Gensler, menegaskan bahwa SEC tidak menyetujui atau mendukung bitcoin itu sendiri. Harga justru turun ke titik terendah tahunan US$38.522 pada bulan yang sama. Kenaikan baru datang pada Februari dan Maret, dan rekor US$73.750 tercatat pada 14 Maret 2024.
Halving keempat terjadi pada 20 April 2024 di blok 840.000. Imbalan penambang per blok turun dari 6,25 menjadi 3,125 BTC. Halving mengurangi laju pasokan baru. Kalau Anda belum paham cara kerjanya, baca dulu penjelasan bitcoin dan cara kerjanya.
Setelah halving, harga tidak langsung naik. Sampai Agustus harga bergerak turun dan sempat menyentuh US$49.121, sekitar 33% di bawah rekor Maret. Lonjakan terjadi setelah pemilu AS pada November. Bitcoin pertama kali menembus US$100.000 pada 5 Desember 2024 (UTC), mencetak rekor US$108.268 pada 17 Desember, dan menutup tahun di US$93.429.
2025: rekor beruntun, tetapi tahun ditutup merah
Rekor baru datang berulang kali sepanjang 2025. Berikut data harian Yahoo Finance (UTC):
| Tanggal | Harga tertinggi harian (US$) |
|---|---|
| 20 Januari 2025 | 109.115 |
| 22 Mei 2025 | 111.970 |
| 14 Juli 2025 | 123.092 |
| 14 Agustus 2025 | 124.457 |
| 6 Oktober 2025 | 126.198 |
Tanggal 20 Januari bertepatan dengan pelantikan Donald Trump sebagai presiden AS. Di antara rekor-rekor itu ada penurunan tajam. Pada 7 April 2025 harga sempat turun ke US$74.437, atau 31,8% di bawah rekor Januari.
Empat hari setelah rekor Oktober, pada 10 Oktober 2025, Trump mengumumkan rencana tarif tambahan 100% atas barang dari Tiongkok mulai 1 November. Menurut data CoinGlass yang dikutip Decrypt, posisi derivatif kripto senilai lebih dari US$19 miliar terlikuidasi dalam 24 jam. Pada November harga turun ke US$80.660, sekitar 36% di bawah puncaknya. Tahun 2025 ditutup di US$87.509, turun 6,3% dari harga pembukaan.
Pelajaran tahun ini: rekor tertinggi dalam setahun tidak menjamin tahun itu ditutup naik.
Pelajaran dari lima tahun harga bitcoin
Kalau Anda membeli tepat 1 Januari 2021 dan menyimpannya sampai 31 Desember 2025, nilainya naik sekitar 3 kali lipat. Namun hampir tidak ada orang yang mengalami lima tahun ini setenang angka itu. Di tengah jalan ada beberapa penurunan besar:
| Periode | Dari puncak | Ke titik terendah | Penurunan |
|---|---|---|---|
| Apr–Jun 2021 | 64.863 | 28.894 | −55% |
| Nov 2021–Nov 2022 | 68.790 | 15.599 | −77% |
| Mar–Agu 2024 | 73.750 | 49.121 | −33% |
| Okt–Nov 2025 | 126.198 | 80.660 | −36% |
Kami menghitung tabel ini sendiri dari data Yahoo Finance. Penurunan lebih dari 30% terjadi hampir setiap tahun dalam periode ini, termasuk di tahun-tahun yang ditutup naik.
Ada tiga hal yang menurut kami layak diingat. Pertama, harga ditentukan oleh gabungan kebijakan moneter AS, regulasi, dan kesehatan perusahaan kripto, bukan hanya halving. Kedua, setelah halving 2024 harga tidak langsung naik, jadi anggapan "halving pasti naik" tidak didukung data periode ini. Ketiga, data masa lalu tidak menjamin apa pun tentang masa depan. Tabel di atas berguna untuk memahami risiko, bukan untuk menebak harga berikutnya.
Berapa nilainya dalam rupiah, dan pajaknya
Kami tidak menambahkan kolom rupiah per tahun di tabel. Kurs resmi akhir tahun dari Bank Indonesia (JISDOR) belum bisa kami ambil langsung dari situs BI untuk semua tanggal yang diperlukan. Kami tidak mau memakai angka yang belum diperiksa. Harga rupiah di exchange lokal juga terbentuk dari transaksi di bursa itu sendiri, sehingga bisa berbeda dari hasil perkalian dolar dengan kurs.
Sebagai gambaran kasar: Kontan melaporkan JISDOR Rp16.767 per dolar AS pada 24 Desember 2025. Dengan kurs itu, harga penutupan 2025 (US$87.509) setara sekitar Rp1,47 miliar per BTC. Karena kurs dan harga diambil dari tanggal yang berbeda, anggap ini perkiraan, bukan harga resmi. Untuk kurs harian resmi, buka halaman JISDOR di situs Bank Indonesia.
Kalau Anda bertransaksi kripto di Indonesia, pajaknya berbeda tergantung tempatnya. Transaksi lewat pedagang dalam negeri dikenai PPh final 0,21%, dan rinciannya ada di panduan pajak kripto 2026. Transaksi di bursa luar negeri dikenai aturan lain, seperti kami jelaskan di pajak kripto exchange luar negeri. Sebelum membuka akun, cek apakah exchange-nya berizin OJK.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa harga tertinggi bitcoin sepanjang masa?
Menurut data Yahoo Finance, rekornya US$126.198 pada 6 Oktober 2025 (UTC). Penyedia data lain mencatat angka yang sedikit berbeda. Kalau Anda membaca artikel ini setelah Oktober 2026, cek data terbaru karena rekor bisa berubah.
Kapan halving bitcoin terakhir?
Halving keempat terjadi pada 20 April 2024 di blok 840.000. Imbalan per blok turun dari 6,25 menjadi 3,125 BTC. Halving terjadi setiap 210.000 blok, kira-kira empat tahun sekali.
Kenapa harga bitcoin anjlok di 2022?
Ada dua penyebab yang terjadi bersamaan. The Fed menaikkan suku bunga mulai Maret 2022, dan beberapa perusahaan kripto besar runtuh: Terra/LUNA pada Mei, Celsius pada Juli, dan FTX pada November. Sepanjang tahun itu bitcoin turun 64,3%.
Sumber
- Yahoo Finance: Bitcoin USD (BTC-USD) Historical Data (data bulanan & harian, diakses 25 Oktober 2026)
- SEC: Statement on the Approval of Spot Bitcoin Exchange-Traded Products, Gary Gensler (10 Januari 2024)
- Federal Reserve: FOMC Statement (16 Maret 2022)
- SEC: SEC Charges Terraform and CEO Do Kwon with Defrauding Investors (16 Februari 2023)
- U.S. Department of Justice: Statement on Guilty Verdict in Trial of Sam Bankman-Fried (November 2023)
- Al Jazeera/Reuters: Distressed crypto exchange FTX files for bankruptcy (11 November 2022)
- Fortune: Celsius files for bankruptcy (13 Juli 2022)
- CNBC: China's central bank says all cryptocurrency-related activities are illegal (24 September 2021)
- Malay Mail/Reuters: China vows to crack down on bitcoin mining, trading activities (22 Mei 2021)
- Business Wire: ProShares to Launch the First U.S. Bitcoin Linked ETF on October 19 (18 Oktober 2021)
- The Business Standard/Reuters: Tesla invests about $1.50 billion in bitcoin (8 Februari 2021)
- SEC EDGAR: Grayscale Bitcoin Trust Form 8-K (29 Agustus 2023)
- Blockchain.com Explorer: Bitcoin Block 840,000 (diakses 25 Oktober 2026)
- ABC7/AP: Trump announces 100% tariff on Chinese imports (10 Oktober 2025)
- Decrypt: Record $19 billion crypto liquidations (Oktober 2025)
- Kontan via TradingView: Rupiah Fluktuatif pada Akhir Desember 2025 (Desember 2025)
- Bank Indonesia: Informasi Kurs JISDOR (diakses 25 Oktober 2026)


