Airdrop Kripto: Cara Kerja dan Ciri Airdrop Palsu
Airdrop kripto bisa sah, bisa juga jebakan. Pahami cara kerjanya, kenapa satu approval bisa menguras wallet, dan cara mencabut izinnya.

Daftar isi
- Apa itu airdrop kripto dan kenapa proyek membagikannya
- Cara airdrop palsu mengambil uang Anda
- Ciri airdrop kripto yang patut dicurigai
- Cara klaim airdrop dengan aman (risikonya lebih kecil)
- Apakah airdrop kripto kena pajak di Indonesia?
- Risiko lain yang jarang disebut
- Pertanyaan yang Sering Diajukan
- Sumber
Airdrop kripto adalah pembagian token gratis dari sebuah proyek blockchain ke alamat wallet pengguna. Proyek melakukannya untuk promosi dan menarik pengguna. Sebagian airdrop memang sah, tetapi banyak yang palsu. Pada airdrop palsu, korban jarang rugi karena token gratisnya tidak datang. Kerugian biasanya datang dari satu tanda tangan di wallet yang memberi orang lain izin memindahkan isi wallet Anda.
Ringkasnya, proyek yang sah tidak meminta seed phrase dan tidak meminta Anda mengirim kripto lebih dulu. Klaim airdrop juga tidak semestinya meminta izin tak terbatas atas token Anda. Bila sudah terlanjur memberi izin, izin itu bisa dicabut, dan langkahnya ada di bawah.
Apa itu airdrop kripto dan kenapa proyek membagikannya
Kata "airdrop" di sini tidak ada hubungannya dengan fitur AirDrop di iPhone. Dalam konteks kripto, airdrop artinya token yang dikirim langsung ke wallet, biasanya kepada orang yang memenuhi syarat tertentu.
Proyek baru membutuhkan pengguna dan komunitas. Membagikan token adalah cara murah untuk dikenal, sekaligus cara menyebarkan kepemilikan token ke banyak orang. Ada juga airdrop yang menjadi bentuk terima kasih kepada pengguna awal.
Reku membagi airdrop menjadi tiga jenis:
| Jenis | Syarat umum | Contoh syarat |
|---|---|---|
| Standar | Punya wallet yang mendukung koin tersebut dan memenuhi syarat dasar | Memegang sejumlah kripto tertentu di wallet |
| Bounty | Menyelesaikan tugas | Mengikuti akun media sosial, membagikan informasi, bergabung ke komunitas proyek |
| Holder | Sudah memegang koin tertentu | Pemegang ETH bisa memenuhi syarat airdrop dari proyek di jaringan Ethereum |
Menurut Reku, token dikirim otomatis ke wallet setelah syarat terpenuhi. Prosesnya bisa memakan waktu beberapa hari hingga beberapa minggu, tergantung proyeknya.
Cara airdrop palsu mengambil uang Anda
Ada tiga pola yang paling sering muncul. Dua di antaranya mudah dikenali. Pola ketiga paling berbahaya karena terlihat seperti proses klaim biasa.
Diminta mengirim kripto lebih dulu
Penipu meminta "biaya verifikasi" atau "biaya gas" yang harus dikirim ke alamat tertentu sebelum token cair. Setelah uang dikirim, token tidak pernah datang. Situs keamanan Kerberus merumuskannya dengan lugas: airdrop yang asli gratis, dan meski Anda mungkin membayar biaya gas jaringan yang wajar saat klaim, Anda tidak semestinya mengirim kripto ke alamat tertentu. Kalau mereka meminta uang Anda sebelum memberi uang, itu bukan airdrop.
Diminta seed phrase atau private key
Seed phrase (12 atau 24 kata cadangan wallet) dan private key adalah kunci penuh atas wallet Anda. Siapa pun yang memegangnya bisa memindahkan semua isinya. Reku menegaskan agar private key tidak pernah dibagikan kepada siapa pun, termasuk orang yang mengaku sedang mengadakan airdrop.
Diminta tanda tangan "approve" di situs klaim palsu
Pola ini menjadi celah yang jarang dijelaskan artikel lain.
Di jaringan seperti Ethereum, ada mekanisme bernama token approval. Menurut revoke.cash, approval memberi sebuah smart contract izin untuk membelanjakan token Anda atas nama Anda. Mekanisme ini wajar dan dipakai bursa terdesentralisasi, protokol pinjaman, dan marketplace NFT.
Masalahnya, izin itu tetap aktif sampai dicabut. Revoke.cash menulis bahwa jika Anda memberi smart contract izin membelanjakan token, kontrak itu dapat membelanjakannya kapan saja. Halaman yang sama menyebut bahwa penipuan sering memanfaatkan approval, misalnya dengan menggiring korban agar menyetujui kontrak yang dikendalikan penipu.
Situs "Claim Airdrop" palsu memanfaatkan hal ini. Tampilannya meyakinkan, tombolnya bertuliskan "Claim", lalu wallet memunculkan permintaan tanda tangan. Orang yang tidak membacanya akan menekan "Confirm". Yang ditandatangani ternyata bukan penerimaan token, melainkan izin bagi kontrak penipu untuk menarik token dari wallet Anda. Program yang dipakai untuk menguras wallet dengan cara ini biasa disebut wallet drainer.
Kerberus menyarankan agar Anda mewaspadai dua jenis permintaan: setApprovalForAll (izin atas semua NFT dalam satu koleksi) dan approval pembelanjaan token tanpa batas. Untuk sekadar menerima token, Anda tidak perlu memberi izin luas atas isi wallet.
Biasakan juga membuka alat pencabut izin dari alamat yang Anda ketik atau simpan sendiri. Tautan kiriman orang lain bisa mengarah ke situs tiruan, termasuk tiruan situs pembersih izin.
Ciri airdrop kripto yang patut dicurigai
Tidak semua ciri di bawah membuktikan penipuan, tetapi bila beberapa muncul bersamaan, sebaiknya berhenti dulu.
- Tautan datang lewat DM, balasan komentar, atau grup Telegram acak. Kerberus menyarankan agar tautan klaim dari balasan di X, DM Discord, atau pesan Telegram tidak diklik, bahkan bila tampak berasal dari akun resmi.
- Ada desakan waktu. Contohnya "sisa 2 jam" atau "kuota tinggal 100". Iming-iming jumlah besar yang dijamin juga menjadi umpan untuk memancing rasa takut ketinggalan.
- Domain hanya sedikit berbeda dari nama aslinya. Satu huruf ditukar atau ditambah tanda hubung sudah cukup untuk menipu mata di layar HP.
- Proyeknya sulit ditelusuri. Reku menyarankan Anda memeriksa apakah proyek punya situs resmi, whitepaper, tim pengembang yang kredibel, dan komunitas yang aktif.
- Wallet meminta lebih dari yang masuk akal. Untuk menerima token, Anda tidak perlu memberi izin membelanjakan token yang sudah Anda miliki.
Pola desakan dan janji hasil besar juga muncul dalam penipuan kripto lain. Kami membahasnya di artikel ciri kelas trading kripto abal-abal.
Cara klaim airdrop dengan aman (risikonya lebih kecil)
Risikonya tidak bisa dihapus sepenuhnya. Langkah berikut menekan kerugian bila ada yang salah.
- Buka situs klaim dari sumber resmi proyek. Ambil tautannya dari situs resmi atau akun resmi yang Anda cari sendiri, lalu simpan sebagai bookmark. Jangan pakai tautan kiriman orang.
- Pakai wallet terpisah berisi dana kecil. Reku juga menyarankan wallet khusus bagi yang sering ikut airdrop. Kalau wallet ini terkuras, aset utama Anda tidak ikut hilang.
- Baca permintaan tanda tangan sebelum menekan Confirm. Tolak bila wallet menampilkan "approve" atau "set approval for all" tanpa alasan yang jelas, terutama bila jumlahnya tidak terbatas.
- Periksa izin yang sudah pernah diberikan. Untuk wallet Ethereum, Anda bisa memakai halaman Token Approvals di Etherscan atau revoke.cash. Etherscan menampilkan daftar kontrak yang berhak membelanjakan token dari sebuah alamat, termasuk jumlah yang berisiko bila kontrak itu diretas. Cabut izin yang tidak lagi dipakai. Secara teknis, revoke.cash menjelaskan bahwa pencabutan dilakukan dengan memanggil
approve()lagi dengan jumlah 0 untuk token biasa, atausetApprovalForAll()bernilai false untuk NFT. Pencabutan ini berupa transaksi on-chain, jadi ada biaya gas. - Jangan anggap "disconnect" sama dengan mencabut izin. Halaman bantuan MetaMask menyatakan bahwa memutus koneksi dapp tidak mencabut token approval, dan dapp itu mungkin masih bisa mengakses serta memindahkan token Anda.
- Bila terlanjur menandatangani, bertindak cepat. Jangan menyetujui apa pun lagi. Cabut izin lewat situs yang Anda ketik sendiri alamatnya, lalu pindahkan aset yang tersisa ke wallet baru. Panduan Tangem (penyedia wallet) menyarankan wallet baru dengan seed phrase baru di perangkat yang bersih, dan seed phrase lama jangan dipakai lagi. Tangem juga mengingatkan bahwa "jasa pemulihan" yang menghubungi korban setelah peretasan hampir selalu penipuan lanjutan.
Transaksi di blockchain tidak bisa dibatalkan. Mencabut izin hanya mencegah kerugian berikutnya dan tidak mengembalikan token yang sudah ditarik.
Apakah airdrop kripto kena pajak di Indonesia?
Aturan yang berlaku saat ini adalah PMK 50/2025, yang berlaku sejak 1 Agustus 2025. Menurut Bareksa (23 Juli 2026), aturan ini menggantikan PMK 68/2022. Penjual kripto di platform dalam negeri yang berizin dipungut PPh Pasal 22 final 0,21% dari nilai transaksi. Di platform yang bukan pedagang aset kripto berizin di Indonesia, misalnya platform luar negeri, tarifnya 1%. Bareksa juga menulis bahwa pajak ini berlaku saat investor menjual atau menukar (swap) aset kripto.
Untuk saat token airdrop diterima, kami belum menemukan ketentuan yang eksplisit. Bareksa dan artikel di situs DJP yang kami baca tidak membahas airdrop. Kami juga belum berhasil membuka teks lengkap PMK 50/2025 untuk memeriksanya sendiri. Karena itu kami tidak menyatakan airdrop kena pajak atau bebas pajak saat diterima. Bila jumlahnya berarti, cek teks PMK 50/2025 di JDIH Kemenkeu atau konsultasikan ke konsultan pajak.
Yang lebih jelas adalah saat token itu Anda jual atau tukar. Berdasarkan penjelasan Bareksa, transaksi itu masuk skema PPh final yang sama dengan penjualan kripto lain. Hitungannya kami bahas di panduan pajak kripto 2026. Jika Anda menjualnya di exchange luar negeri, baca juga pajak kripto di exchange luar negeri. Menurut artikel di situs DJP, bila platform luar negeri itu belum ditunjuk sebagai pemungut, pajaknya wajib disetor sendiri oleh penjual.
Risiko lain yang jarang disebut
Token airdrop yang asli belum tentu bernilai. Ada token yang tidak pernah diperdagangkan di mana pun. Ada juga yang diperdagangkan dengan likuiditas tipis, sehingga harga yang tampil di wallet tidak bisa benar-benar Anda dapatkan saat menjual. Jangan hitung airdrop sebagai pemasukan sebelum token itu benar-benar bisa ditukar.
Bila Anda ingin menjual token di exchange lokal, pastikan platformnya berizin. Caranya ada di artikel cek exchange kripto berizin OJK.
Artikel ini edukasi, bukan nasihat keuangan, dan tidak merekomendasikan airdrop atau proyek tertentu. Aset kripto berisiko tinggi, dan nilainya bisa turun sampai nol.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa bedanya airdrop kripto dengan AirDrop iPhone?
AirDrop di iPhone adalah fitur Apple untuk mengirim berkas antarperangkat lewat jaringan nirkabel. Airdrop kripto adalah pembagian token ke alamat wallet blockchain. Namanya sama, tetapi keduanya tidak berhubungan.
Apakah airdrop kripto gratis dan aman?
Airdrop yang sah gratis, kecuali biaya gas jaringan saat klaim. Airdrop tidak otomatis aman. Risikonya datang dari situs palsu, permintaan seed phrase, dan tanda tangan approval yang memberi izin menarik token Anda.
Bagaimana cara mencabut izin yang terlanjur diberikan?
Buka halaman Token Approvals di Etherscan atau revoke.cash dengan mengetik sendiri alamatnya, hubungkan wallet, lalu cabut izin ke kontrak yang tidak Anda kenal. Pencabutan butuh biaya gas. Memutus koneksi situs saja tidak cukup.
Apakah airdrop kena pajak?
Kami belum menemukan aturan eksplisit di Indonesia soal saat airdrop diterima. Saat token dijual atau di-swap, berlaku PPh final PMK 50/2025: 0,21% di platform dalam negeri berizin dan 1% di platform yang tidak berizin di Indonesia, misalnya platform luar negeri.
Sumber
- Reku: Apa itu Airdrop Crypto (terbit 4 Oktober 2024, diakses 17 Oktober 2026)
- Revoke.cash: What are token approvals (diakses 17 Oktober 2026)
- Etherscan: Token Approval Checker (diakses 17 Oktober 2026)
- MetaMask Help Center: How to disconnect a wallet from a dapp (diakses 17 Oktober 2026)
- Kerberus: Fake Airdrop Scams, Types and Red Flags To Avoid (sumber industri keamanan, terbit 10 April 2026, diakses 17 Oktober 2026)
- Tangem: How to Recover a Compromised Crypto Wallet (panduan vendor wallet, terbit 16 Juni 2026, diakses 17 Oktober 2026)
- Bareksa: Pajak Kripto di Indonesia, Panduan Lengkap untuk Investor (terbit 23 Juli 2026, diakses 17 Oktober 2026)
- Pajak.go.id: PMK 50/2025, Babak Baru Pemajakan Aset Kripto (artikel opini pegawai DJP, terbit 31 Juli 2025, diakses 17 Oktober 2026)


