Exchange Kripto Terbesar di Indonesia: Ukur Pakai Data OJK

Siapa exchange kripto terbesar di Indonesia? Kami pisahkan empat ukuran besar, lalu periksa angka OJK dan klaim perusahaan per Oktober 2026.

Exchange Kripto Terbesar di Indonesia: Ukur Pakai Data OJK
Ilustrasi: AnalisaBTC
Daftar isi
  1. Seberapa Besar Pasar Kripto Indonesia (Data OJK Agustus 2026)
  2. Empat Arti "Terbesar"
  3. Apa yang Terlihat soal Indodax
  4. Pemain Lain dan Klaim yang Perlu Dibaca Hati-hati
  5. Terbesar Belum Tentu Cocok untuk Anda
  6. Cara Mengecek Sendiri
  7. Risiko
  8. Pertanyaan yang Sering Diajukan
  9. Sumber

Berdasarkan data yang bisa diperiksa, Indodax paling sering disebut sebagai exchange kripto terbesar di Indonesia, baik dari jumlah pengguna maupun volume transaksi. Angka itu adalah data Maret 2026 yang dimuat media, bukan peringkat dari OJK. OJK tidak merilis peringkat per exchange, jadi angka per platform datang dari perusahaan atau media. Exchange mana yang "terbesar" juga bergantung pada ukurannya: akun, volume, likuiditas, atau jumlah aset.

Artikel ini memisahkan keempat ukuran itu. Kami memakai data resmi OJK sebagai dasar nasional, lalu menandai asal setiap angka per exchange. Ini bukan rekomendasi untuk memakai platform tertentu.

Seberapa Besar Pasar Kripto Indonesia (Data OJK Agustus 2026)

Siaran pers OJK nomor SP 185/OJK/DKPU/X/2026 tanggal 5 Oktober 2026 memuat angka terbaru untuk Agustus 2026:

IndikatorAgustus 2026Juli 2026Perubahan
Akun konsumen di PAKD23,21 juta22,93 juta+1,23%
Nilai transaksi aset kripto (spot)Rp23,16 triliunRp20,52 triliun+12,87%
Nilai transaksi derivatifRp4,56 triliunRp3,41 triliun+33,76%

PAKD adalah singkatan dari Pedagang Aset Keuangan Digital, istilah resmi OJK untuk exchange kripto berizin. Menurut siaran pers yang sama, OJK sejauh ini sudah memberi izin kepada 34 entitas: 2 bursa, 2 lembaga kliring, 2 kustodian, dan 28 PAKD. OJK juga sedang mengevaluasi permohonan izin dari 1 bursa, 1 lembaga kliring, 1 kustodian, dan 1 PAKD.

OJK juga mengumumkan bahwa PT Gudang Kripto Indonesia mendapat izin usaha PAKD yang berlaku sejak 22 September 2026. Siaran pers OJK tidak menyebut secara tegas apakah perusahaan ini sudah masuk hitungan 28. Fortune Indonesia (6 Oktober 2026) menulis bahwa angka 28 itu sudah termasuk PT Gudang Kripto Indonesia.

Fortune Indonesia juga mengutip data OJK untuk Januari sampai Agustus 2026: transaksi spot kumulatif mencapai Rp194,28 triliun dan derivatif Rp37,09 triliun. Angka kumulatif ini tidak ada dalam teks siaran pers yang kami baca, jadi kami mencantumkannya sebagai kutipan media.

Satu hal sering terlewat: OJK menghitung akun, bukan orang. Satu orang bisa membuka akun di tiga exchange sekaligus. Jadi 23,21 juta akun tidak sama dengan 23,21 juta investor, apalagi investor aktif.

Kalau Anda belum yakin lembaga mana yang mengawasi kripto sekarang, penjelasannya ada di artikel pengawas kripto OJK dan Bappebti.

Empat Arti "Terbesar"

Klaim "exchange terbesar" hampir tidak pernah menyebut ukurannya. Berikut empat ukuran yang paling sering dipakai, lengkap dengan kelemahan masing-masing.

UkuranDari mana datanyaSiapa yang menerbitkanKelemahan
Jumlah akun atau penggunaData internal exchangePerusahaan, lalu dikutip mediaAkun terdaftar belum tentu aktif. OJK hanya merilis total nasional.
Volume transaksiData internal exchange, agregator globalPerusahaan, CoinGecko, CoinMarketCapVolume bisa melonjak karena promo atau satu-dua koin. Metodologi agregator berbeda-beda.
Likuiditas (kedalaman order book)Order book publik tiap pasangan koinAgregator dengan skor masing-masingBerbeda per koin. Bisa likuid untuk BTC/IDR tetapi tipis untuk altcoin kecil.
Jumlah aset yang diperdagangkanDaftar koin di aplikasi exchangeExchange. Batasnya ditentukan daftar aset bursa.Banyak koin bukan berarti likuid. Koin baru sering sepi pembeli.

Untuk ukuran keempat, perlu diketahui bahwa exchange hanya boleh memperdagangkan aset yang ada di daftar bursa. Per Agustus 2026, OJK mencatat 1.109 aset kripto (ditambah 49 derivatif) di CFX dan 867 aset di ICEX. Itu daftar bursa, bukan jumlah koin di satu exchange.

Bagi pemula, ukuran yang paling berguna biasanya likuiditas aset yang akan dibeli, bukan jumlah pengguna exchange. Likuiditas memengaruhi selisih harga beli dan jual (spread) yang Anda bayar.

Apa yang Terlihat soal Indodax

Investortrust (8 Mei 2026) memberitakan bahwa per Maret 2026 OJK mencatat 21,37 juta pengguna kripto dan transaksi spot Rp22,24 triliun. Dalam berita yang sama, Indodax disebut punya 9,9 juta pengguna, sekitar 46,5% dari total nasional, dengan volume Rp8,45 triliun, sekitar 38% dari volume nasional. CEO Indodax, William Sutanto, mengomentari data itu lewat siaran pers.

Perhatikan sumbernya. Total nasional berasal dari OJK. Berita itu tidak menyebut dari mana angka 9,9 juta dan Rp8,45 triliun berasal. Kami juga belum menemukan tabel OJK yang memuat data per exchange.

Perhitungannya juga perlu dicek. 9,9 juta dibagi 21,37 juta hasilnya sekitar 46,3%, sedangkan berita menyebut 46,5%. Selisihnya kecil, tetapi menunjukkan dasar perhitungannya mungkin berbeda, misalnya tanggal data atau definisi "pengguna". Volume Rp8,45 triliun dibagi Rp22,24 triliun memang sekitar 38%.

Ada satu kelemahan lagi. "Pengguna Indodax" kemungkinan berarti pengguna terdaftar sepanjang waktu, sedangkan 21,37 juta adalah akun di semua PAKD. Perbandingan ini cukup untuk gambaran kasar, tetapi tidak setepat pangsa pasar resmi.

Kesimpulan kami: dari data yang terbuka, Indodax berada di posisi teratas untuk pengguna dan volume pada Maret 2026. Angkanya 46% untuk pengguna tetapi 38% untuk volume. Artinya, exchange yang memimpin di satu ukuran belum tentu unggul sejauh itu di ukuran lain. Indodax sudah lama beroperasi, dan sejarahnya kami bahas di artikel exchange kripto pertama di Indonesia.

Pemain Lain dan Klaim yang Perlu Dibaca Hati-hati

Tokocrypto. Investortrust (18 September 2025) menulis bahwa per 15 September 2025 Tokocrypto berada di peringkat 21 exchange spot dunia versi CoinMarketCap, dengan volume harian sekitar US$16,66 juta. Berita itu bersumber dari siaran pers Tokocrypto dan tidak menyebut adanya verifikasi independen. Datanya juga sudah lebih dari setahun, padahal peringkat agregator berubah setiap hari.

Bittime. Isi berita JPNN (5 Juni 2024) menyebut Bittime sebagai exchange "terbesar ketiga di Indonesia" menurut CoinGecko, sedangkan judulnya memakai kata "terbaik ke-3". Terbesar dan terbaik adalah dua klaim yang berbeda. Artikel itu tidak menyebut tanggal data maupun ukuran yang dipakai. Satu-satunya narasumber hanya disebut "Ryan", tanpa jabatan, dan berbicara atas nama Bittime.

Bybit Indonesia (dulu Nobi). Pasardana (17 Juli 2026) memberitakan bahwa Bybit meluncurkan platform lokal setelah mengakuisisi mayoritas saham PT Enkripsi Teknologi Handal. Dalam daftar PAKD, perusahaan ini tercatat sebagai pengelola aplikasi Nobi. Infobanknews (11 Agustus 2026) mengutip CEO Bybit Indonesia, Lawrence Samantha, yang menargetkan pangsa hingga 20% dari volume perdagangan pada tahun pertama. Ia juga mengatakan masih terlalu dini untuk mengetahui pangsa saat ini.

Itu target, bukan capaian. Sebagai gambaran skala, 20% dari volume spot Agustus 2026 setara dengan sekitar Rp4,6 triliun per bulan. Angka ini hanya ilustrasi hitungan kami, bukan proyeksi.

Model bisnis lain. Tidak semua PAKD di Indonesia berbentuk exchange dengan order book seperti Indodax. Ada aplikasi investasi yang menjual kripto bersama produk lain, misalnya Pluang, Ajaib, dan Stockbit Crypto. Daftar 26 PAKD yang dimuat Investortrust pada Juni 2026, antara lain Pintu, Tokocrypto, Reku, dan Luno, sudah usang karena jumlahnya kini 28. Daftar yang benar selalu ada di OJK, bukan di artikel berita.

Terbesar Belum Tentu Cocok untuk Anda

Ukuran besar tidak menjamin keamanan. Indodax, yang disebut terbesar, diretas pada September 2024. Layanannya tidak bisa diakses sejak 11 September selama beberapa hari. Pemberitaan menyebut kerugiannya mencapai ratusan miliar rupiah. Perusahaan menyatakan saldo kripto dan rupiah member tetap aman (Antara, 14 September 2024).

Kriteria yang lebih relevan daripada predikat "terbesar":

  1. Izin OJK. Ini syarat minimum, bukan keunggulan. Caranya ada di panduan cek exchange kripto berizin OJK.
  2. Biaya. Cek biaya trading, spread, dan biaya penarikan rupiah maupun koin.
  3. Likuiditas aset yang Anda butuhkan. Exchange besar bisa saja sepi untuk koin tertentu.
  4. Keamanan dan rekam jejak. Lihat bagaimana exchange menangani insiden, bukan hanya apakah pernah terjadi insiden.
  5. Layanan pelanggan. Cari tahu saluran pengaduannya dan berapa lama biasanya ditanggapi.

Platform luar negeri yang tidak berizin membawa persoalan lain, mulai dari perlindungan konsumen sampai pajak. Sisi pajaknya kami bahas di artikel pajak kripto exchange luar negeri.

Cara Mengecek Sendiri

  1. Cek izin di whitelist OJK. OJK menerbitkan whitelist PAKD berizin pada 19 Desember 2025 (SP 226/GKPB/OJK/XII/2025) dan menyatakan daftar itu akan diperbarui lewat kanal resminya. Cocokkan nama perusahaan, nama aplikasi, dan alamat situsnya. Waspadai tautan tidak resmi dan domain yang mirip.
  2. Baca siaran pers OJK bulanan. Total akun dan nilai transaksi nasional muncul di siaran pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan. Contohnya, data Agustus 2026 terbit pada 5 Oktober 2026.
  3. Bandingkan volume di agregator. CoinGecko dan CoinMarketCap menampilkan volume dan skor likuiditas per exchange. Baca catatan metodologinya, karena cara hitung kedua situs berbeda dan tidak semua exchange lokal tercakup.
  4. Curigai klaim "terbesar" tanpa tanggal dan sumber. Tanyakan: terbesar menurut ukuran apa, data per kapan, dan siapa yang menghitung? Kalau jawabannya hanya "menurut perusahaan", anggap itu klaim, bukan fakta.

Risiko

Aset kripto berisiko tinggi. Harganya bisa turun tajam dalam waktu singkat, dan Anda bisa kehilangan sebagian atau seluruh dana. Artikel ini bersifat edukasi, bukan nasihat investasi, dan tidak merekomendasikan exchange tertentu. Ukuran exchange tidak menjamin keamanan dana Anda. Izin OJK juga tidak melindungi Anda dari kerugian karena harga turun.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah exchange terbesar pasti paling aman?

Tidak. Ukuran tidak menjamin keamanan. Indodax, yang disebut terbesar dari sisi pengguna, pernah diretas pada September 2024. Lebih baik nilai izin OJK-nya, rekam jejak penanganan insiden, dan kebiasaan keamanan Anda sendiri.

Berapa exchange kripto berizin di Indonesia sekarang?

Menurut siaran pers OJK 5 Oktober 2026, ada 28 PAKD berizin. Fortune Indonesia menyebut angka itu sudah termasuk PT Gudang Kripto Indonesia, yang izinnya berlaku sejak 22 September 2026. Jumlahnya bisa berubah, jadi cek whitelist OJK untuk daftar terbaru.

Apakah OJK merilis peringkat exchange kripto?

Sejauh yang kami temukan, tidak. OJK hanya merilis angka nasional seperti total akun, nilai transaksi, dan jumlah entitas berizin. Angka per exchange berasal dari perusahaan atau media.

Sumber

Artikel ini bersifat edukasi dan bukan nasihat keuangan atau ajakan membeli aset apa pun. Aset kripto berisiko tinggi dan harganya bisa turun drastis. Lakukan riset sendiri dan hanya gunakan dana yang siap hilang.
exchange kriptoPAKDOJKIndodaxpangsa pasar

Baca juga

Bitcoin Adalah Apa? Cara Kerja dan Status Hukumnya di RIEdukasi Dasar

Bitcoin Adalah Apa? Cara Kerja dan Status Hukumnya di RI

Bitcoin adalah aset digital dengan pasokan maksimal 21 juta. Pahami cara kerjanya, mitos anonim, dan status hukumnya di Indonesia per Oktober 2026.

25 Oktober 2026 · 9 menit baca
Ethereum Adalah Apa? Beda dengan Bitcoin dan Cara KerjanyaEdukasi Dasar

Ethereum Adalah Apa? Beda dengan Bitcoin dan Cara Kerjanya

Ethereum adalah blockchain yang menjalankan smart contract, dengan ETH sebagai asetnya. Pahami bedanya dengan Bitcoin, upgrade terbaru, dan risikonya.

23 Oktober 2026 · 8 menit baca
Kripto Adalah Judi? Cara Membedakannya dari TradingEdukasi Dasar

Kripto Adalah Judi? Cara Membedakannya dari Trading

Kripto adalah judi? Pahami status hukumnya di OJK, beda pendapat ulama, dan tujuh pertanyaan untuk menilai apakah Anda sedang berjudi.

20 Oktober 2026 · 9 menit baca